Sabtu, 15 November 2014
Rabu, 12 November 2014
karimun jawa advanture imron
Menikmati Keindahan Wisata Karimunjawa Walaupun Miskin Sinyal
Tuesday, 21 February 2012 09:40
Beberapa waktu lalu Paseban berkesempatan untuk mengunjungi Karimunjawa. Mungkin wisata Karimunjawa terdengar kurang familiar jika dibandingkan dengan Bali ataupun Lombok, tapi Paseban menjamin keindahan alam yang ditawarkan tidak kalah menarik dengan tujuan wisata lainnya.
Karimunjawa adalah sebuah pulau yang terletak di kabupaten Jepara, tepatnya kurang lebih sekitar 83 km di laut Jawa. Obyek wisata Karimunjawa ini merupakan suatu kepulauan yang telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut Karimunjawa. Dengan luas daratan ñ1.500 ha dan perairan ñ110.000 ha serta pulau yang berjumlah 27 buah, meskipun pulau yang berpenghuni hanya 5 buah saja. Pesona pulau ini mampu menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk mencapai kawasan wisata Karimunjawa salah satunya dapat ditempuh dengan kapal KMP Muria dari Pelabuhan Kartini, Jepara dengan tarif IDR 28.000 per orang. Membutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan untuk sampai di pelabuhan kecil di pulau Karimunjawa yang merupakan pulau terbesar dengan penghuni terbanyak. Selama penyeberangan, sinyal dari berbagai macam provider perlahan-lahan akan menghilang, kemudian akan muncul kembali saat kapal mulai mendekati pelabuhan karimun.
Yang menjadi daya tarik utama dari wisata Karimunjawa ini adalah pesona keindahan dasar lautnya yang sudah tidak diragukan lagi. Meskipun tanpa menyelam, pemandangan terumbu karang yang cantik juga masih dapat dinikmati bayangan terumbu dari permukaan air laut. Dalam perjalanan ke Karimunjawa ini selain dimanjakan dengan keindahan pasir putih pantai, Paseban juga berkunjung ke penangkaran ikan hiu dan mencoba merasakan tantangan berenang dengan para hiu.
Di Karimunjawa listrik akan menyala hanya di waktu malam hari, tepatnya antara pukul 17.30 - 06.00. Tapi jangan khawatir, karena pagi hingga sore bisa dimanfaatkan untuk menikmati eksotika wisata Karimunjawa. Jadi, jangan lupa untuk mengisi baterai handset Anda di malam hari sehingga pagi hari dapat digunakan untuk berkomunikasi dan juga untuk mengabadikan pemandangan Karimunjawa yang menakjubkan.
Untuk sinyal telekomunikasi, sementara ini masih tersedia di pulau Karimunjawa saja, sementara di pulau-pulau lain seperti Menjangan Kecil dan Menjangan Besar masih miskin sinyal. Dari ujicoba Paseban dengan beberapa provider di pulau Karimunjawa, sinyal dari Telkomsel di pulau ini adalah yang terkuat dibanding yang provider lain yang kadang terputus. Untuk sinyal Indosat, XL, Axis dan 3 (Three) masih belum sekuat Telkomsel, bahkan dari beberapa operator tersebut hanya menyisakan satu-dua bar sinyal saja.
Bagi Anda pemakai Telkomsel, selain bisa berkomunikasi, sinyal di kawasan ini masih memungkinkan untuk update status via jejaring sosial. A
info tentang uns riska
Universitas Sebelas Maret (UNS Solo) dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang pesat menuju World Class University, baik dalam kancah percaturan perguruan tinggi di Indonesia maupun dalam penilaian standar perguruan tinggi secara internasional yakni versi Webometric rangking 883 dunia, 30 terbaik Asia Tenggara, 9 terbaik Perguruan Tinggi Indonesia, dan termasuk dalam 200 Top University di benua Asia/rangking 171 THES QS Asia, tahun 2011 mendapatkan anugerah 2 (dua) bintang dari QS-STARS, dengan dua indikator diantaranya telah mendapatkan empat bintang, yaitu: tingkat penyerapan lulusan dan kelengkapan serta kualitas sarana prasarananya, dan secara nasional termasuk 50 Promising University versi Dikti dan Menurut pemeringkat 4International Colleges and Universities (4ICU) menyebutkan bahwa UNS menempati peringkat 7 nasional.
Kondisi ini menunjukkan bahwa UNS telah mulai mampu bersaing di tataran nasional dan internasional. Capaian peringkat universitas ini, akan lebih memacu pelaksanaan program strategik UNS dalam Delapan Keunggulan Pengembangan, dengan penerapan budaya kerja UNS Active (Achievement Orientation, Customer Satisfaction, Team Work, Integrity, Visionary, dan Entrepreneurship).
Universitas yang berdiri pada tahun 1976 ini, kini memiliki 9 Fakultas dengan 54 program studi Sarjana, dan 37 program studi Pascasarjana (S-2 dan S-3), dengan didukung 1.582 dosen tetap (di antaranya 1.114 bergelar S-2 dan 245 doktor).
Pada tahun 2013 ini UNS membuka pendaftaran mahasiswa baru:
Program Sarjana dengan kapasitas daya tampung 5.485 melalui:
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dengan kapasitas daya tampung 50% setiap prodi,
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dengan kapasitas daya tampung 40% setiap prodi, dan
Seleksi secara mandiri dengan kapasitas daya tampung 10% setiap prodi melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi (UMB-PT).
Program Diploma dengan Kapasitas daya tampung 2.135 melalui:
Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), dengan kapasitas daya tampung 50% setiap prodi,
Ujian Tulis Mandiri, dengan kapasitas daya tampung 25% setiap prodi, dan
Ujian Masuk Bersama-Perguruan Tinggi (UMB-PT), dengan kapasitas daya tampung 25% setiap prodi
Program Pascasarjana
Program Magister (S-2)
Program Doktor (S-3)
Program Pendidikan Profesi
Program Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS)
Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Sebagai perguruan tinggi papan atas di Indonesia, UNS peduli pada mahasiswa yang breprestasi tetapi kurang mampu dengan memberikan beasiswa lebih dari 4.477 mahasiswa pada tahun 2011 dan telah tersalur dana sekitar 20 milyar rupiah yang bersumber dari dana UNS Solo dan kerjasama dengan lebih dari 20 institusi pemberi beasiswa baik dari kalangan swasta maupun pemerintah, diantaranya berasal dari beasiswa Bidik Misi untuk 1.020 mahasiswa tahun angkatan 2012.
Kondisi ini menunjukkan bahwa UNS telah mulai mampu bersaing di tataran nasional dan internasional. Capaian peringkat universitas ini, akan lebih memacu pelaksanaan program strategik UNS dalam Delapan Keunggulan Pengembangan, dengan penerapan budaya kerja UNS Active (Achievement Orientation, Customer Satisfaction, Team Work, Integrity, Visionary, dan Entrepreneurship).
Universitas yang berdiri pada tahun 1976 ini, kini memiliki 9 Fakultas dengan 54 program studi Sarjana, dan 37 program studi Pascasarjana (S-2 dan S-3), dengan didukung 1.582 dosen tetap (di antaranya 1.114 bergelar S-2 dan 245 doktor).
Pada tahun 2013 ini UNS membuka pendaftaran mahasiswa baru:
Program Sarjana dengan kapasitas daya tampung 5.485 melalui:
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dengan kapasitas daya tampung 50% setiap prodi,
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dengan kapasitas daya tampung 40% setiap prodi, dan
Seleksi secara mandiri dengan kapasitas daya tampung 10% setiap prodi melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi (UMB-PT).
Program Diploma dengan Kapasitas daya tampung 2.135 melalui:
Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), dengan kapasitas daya tampung 50% setiap prodi,
Ujian Tulis Mandiri, dengan kapasitas daya tampung 25% setiap prodi, dan
Ujian Masuk Bersama-Perguruan Tinggi (UMB-PT), dengan kapasitas daya tampung 25% setiap prodi
Program Pascasarjana
Program Magister (S-2)
Program Doktor (S-3)
Program Pendidikan Profesi
Program Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS)
Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Sebagai perguruan tinggi papan atas di Indonesia, UNS peduli pada mahasiswa yang breprestasi tetapi kurang mampu dengan memberikan beasiswa lebih dari 4.477 mahasiswa pada tahun 2011 dan telah tersalur dana sekitar 20 milyar rupiah yang bersumber dari dana UNS Solo dan kerjasama dengan lebih dari 20 institusi pemberi beasiswa baik dari kalangan swasta maupun pemerintah, diantaranya berasal dari beasiswa Bidik Misi untuk 1.020 mahasiswa tahun angkatan 2012.
tips menjaga kesehatan mata ( nurul hakiki)
- Perhatikan Jarak Membaca Buku. Usahakan membaca buku pada jarak yang ideal. Jarak ideal yang dimaksud yaitu membaca buku pada jarak 30 cm dari buku ke mata. Hal ini untuk mencegah penyakit mata seperti miopi atau rabun dekat.
- Jangan Sambil Tiduran. Usahakan tidak membaca buku atau teks apapun dalam kondisi sambil tiduran. Ini juga dapat membuat kesehatan mata terganggu seperti dapat terkena miopi.
- Pencahayaan Yang Cukup. Jangan menggunakan penerangan terlalu redup ketika belajar atau membaca apapun itu. karena penerangan yang kurang dapat menganggu kesehatan mata.
- Istirahatkan Mata. Usahakan mengistirahatkan mata, ketika sudah terlalu lama di depan layar komputer atau laptop saat mengerjakan tugas atau aktivitas apapun di komputer atau laptop. Ini juga sangat penting untuk menjaga kesehatan mata anda.
- Jangan Kucek Mata. Usahakan tidak mengucek mata, ketika tangan dalam keadaan kotor atau habis memegang sesuatu benda. Karena tangan yang kotor dapat menginfeksi organ mata yang akan berakibat sangat buruk untuk kesehatan mata anda.
- Kedipkan Mata. Usahakan mengedipkan mata dengan intensitas agak ditambah, pada saat fokus melihat sesuatu terlalu lama seperti komputer ataupun laptop.
- Makanan Untuk Mata. Usahakan memakan makanan yang sangat baik untuk kesehatan mata. Dalam hal ini, wortel merupakan jenis makanan yang paling baik untuk kesehatan mata, karena banyak mengandung vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata.
adat budaya jawa (zauziah erna sari)
ADAT
ISTIADAT JAWA
(manusia
Jawa sejak dalam kandungan sampai wafat)
Wus pinasti wanito puniki,Dadi wadah wijining
tumitah,Den aji aji wajibe
Watak suwargo nunut,Nunut iku gese njalari,Dadyo nomo
suwargo
Yen tetesing luhur,Winastono neroko
Lamun hamadhani asor asorin budi,wiji haneng poro prio
Lahir dan mendewasakan anak
|
Mupu, artinya
mungut anak, yang secara
magis diharapkan dapat menyebabkan hamilnya si Ibu yang memungut anak,
jika setelah sekian waktu dirasa belum mempunyai anak juga
atau akhirnya tidak mempunyai anak. Orang Jawa cenderung memungut
anak dari sentono (masih ada hubungan keluarga), agar
diketahui keturunan dari siapa dan dapat diprediksi perangainya
kelak yang tidak banyak menyimpang dari orang tuanya.
Syarat sebelum mengambil keputusan mupu anak,
diusahakan agar mencari pisang raja sesisir yang buahnya hanya
satu, sebab menurut gugon tuhon
(takhayul yang berlaku) jika pisang ini dimakan akan nuwuhaken
(menyebabkan) jadinya anak pada wanita yang memakannya. Anhinga,
bisa dimungkinkan hamil, dan tidak harus memungut anak.
|
||
Pada saat si Ibu hamil,
jika mukanya tidak kelihatan bersih dan secantik
biasanya, disimpulkan bahwa anaknya adalah laki-laki, dan
demikian sebaliknya jika anaknya perempuan.
Sedangkan di saat kehamilan berusia 7 (tujuh)
bulan, diadakan hajatan nujuhbulan atau mitoni. Disiapkanlah sebuah kelapa gading yang digambari wayang dewa
Kamajaya dan dewi Kamaratih(supaya si bayi seperti Kamajaya jika
laki-laki dan seperti Kamaratih jika perempuan),
kluban/gudangan/uraban (taoge, kacang panjang, bayem, wortel,
kelapa parut yang dibumbui, dan lauk tambahan lainnya untuk makan
nasi),dan rujak buah.
|
Disaat para Ibu makan rujak, jika pedas
maka dipastikan bayinya nanti laki-laki. Sedangkan saat di cek
perut si Ibu ternyata si bayi senang nendang-nendang, maka itu
tanda bayi laki-laki.
Lalu para Ibu mulai memandikan yang mitoni
disebut tingkeban, didahului Ibu tertua, dengan air
kembang setaman (air yang ditaburi mawar, melati, kenanga
dan kantil), dimana yang mitoni berganti kain sampai 7 (tujuh)
kali. Setelah selesai baru makan nasi urab, yang jika terasa
pedas maka si bayi diperkirakan laki-laki.
Kepercayaan orang Jawa bahwa anak pertama
sebaiknya laki-laki, agar bisa mendem jero lan mikul
duwur (menjunjung derajat orang tuanya jika ia memiliki
kedudukan baik di dalam masyarakat). Dan untuk memperkuat
keinginan itu, biasanya si calon Bapak selalu berdo’a
memohon kepada Tuhan.
Slametan pertama
berhubung lahirnya bayi dinamakan brokohan,
yang terdiri dari nasi tumpeng dikitari uraban berbumbu
pedas tanda si bayi laki-laki) dan ikan asin goreng
tepung, jajanan pasar berupa ubi rebus, singkong, jagung,
kacang dan lain-lain, bubur merah-putih, sayur lodeh
kluwih/timbul agar linuwih (kalau sudah besar
terpandang). Ketika bayi berusia 5 (lima) hari dilakukan
slametan sepasaran, dengan jenis makanan
sama dengan brokohan. Bedanya dalam sepasaran rambut si
bayi di potong sedikit dengan gunting dan bayi diberi
nama, misalnya bernama T. Dewantoro.
Saat diteliti di almanak Jawa tentang wukunya,
ternyata T. Dewantoro berwuku tolu, yakni wuku
ke-5 dari rangkaian wuku yang berjumlah 30 (tiga puluh).
Menurut wuku tolu maka T.Dewantoro berdewa Batara Bayu,
ramah-tamah walau bisa berkeras hati, berpandangan luas,cekatan dalam menjalankan tugas serta ahli di
bidang pekerjaannya, kuat bergadang hingga pagi, pemberani,
banyak rejekinya, dermawan, terkadang suka pujian dan sanjungan
yang berhubungan dengan kekayaannya.
|
Slametan selapanan yaitu saat bayi
berusia 35 (tiga puluh lima) hari, yang pada pokoknya sama dengan
acara sepasaran. Hanya saja disini rambut bayi dipotong habis,
maksudnya agar rambut tumbuh lebat. Setelah ini, setiap 35 (tiga
puluh lima) hari berikutnya diadakan acara peringatan yang sama
saja dengan acara selapanan sebelumnya, termasuk nasi tumpeng
dengan irisan telur ayam rebus dan bubur merah-putih.
Peringatan tedak-siten/tujuhlapanan atau
245 (dua ratus empat puluh lima) hari sedikit istimewa, karena
untuk pertama kali kaki si bayi diinjakkan ke atas tanah. Untuk
itu diperlukan kurungan ayam yang dihiasi sesuai selera. Jika
bayinya laki-laki, maka di dalam kurungan juga diberi mainan
anak-anak dan alat tulis menulis serta lain-lainnya (jika si bayi
ambil pensil maka ia akan menjadi pengarang, jika ambil buku
berarti suka membaca, jika ambil kalung emas maka ia akan kaya
raya, dan sebagainya) dan tangga dari batang pohon tebu untuk
dinaiki si bayi tapi dengan pertolongan orang tuanya. Kemudian
setelah itu si Ibu melakukan sawuran duwit (menebar uang
receh) yang diperebutkan para tamu dan anak-anak yang hadir agar
memperoleh berkah dari upacara tedak siten.
Setelah si anak berusia menjelang sewindu atau
8 (delapan) tahun, belum juga mempunyai adik, maka perlu
dilakukan upacara mengadakan wayang kulit yang biasa acara
semacam ini dinamakan ngruwat agar bebas dari
marabahaya Biasanya tentang cerita Kresno Gugah yang
dilanjutkan dengan cerita Murwakala.
Saat menjelang remaja, tiba waktunya ditetaki/khitan/sunat.
Setibanya di tempat sunat (dokter atau dukun/bong), sang
Ibu menggendong si anak ke dalam ruangan seraya mengucapkan
kalimat : laramu tak sandang kabeh (sakitmu saya
tanggung semua).
Orang Jawa kuno sejak dulu terbiasa menghitung
dan memperingati usianya dalam satuan windu, yaitu setiap 8
(delapan) tahun. Peristiwa ini dinamakan windon, dimana
untuk windu pertama atau sewindu, diperingati dengan mengadakan
slametan bubur merah-putih dan nasi tumpeng yang diberi 8
(delapan) telur ayam rebus sebagai lambang usia. Tapi peringatan
harus dilakukan sehari atau 2 (dua) hari setelah hari kelahiran,
yang diyakini agar usia lebih panjang. Kemudian saat peringatan 2
(dua) windu, si anak sudah dianggap remaja/perjaka atau jaka,suaranya
ngagor-agori (memberat). Saat berusia 32 (tiga puluh dua )
tahun yang biasanya sudah kawin dan mempunyai anak, hari lahirnya
dirayakan karena ia sudah hidup selama 4 (empat) windu, maka
acaranya dinamakan tumbuk alit (ulang tahun kecil).
Sedangkan ulang tahun yang ke 62 (enam puluh dua) tahun disebut tumbuk
ageng.
Saat dewasa, banyak congkok atau
kasarnya disebut calo calon isteri, yang membawa cerita dan foto
gadis. Tapi si anak dan orang tuanya mempunyai banyak
pertimbangan yang antara lain: jangan mbokongi
(menulang-punggungi sebab keluarga si gadis lebih kaya) walau ayu
dan luwes karena perlu mikir praja (gengsi), jangan kawin
dengan sanak-famili walau untuk nggatuake balung apisah(menghubungkan
kembali tulang-tulang terpisah/mempererat persaudaraan) dan
bergaya priyayi karena seandainya cerai bisa terjadi pula
perpecahan keluarga, kalaupun seorang ndoro (bangsawan)
tapi jangan terlalu tinggi jenjang kebangsawanannya atau setara
dengan si anak serta sederhana dan menarik hati. Lagi pula si
laki-laki sebaiknya harus gandrung kapirangu
(tergila-gila/cinta).
Melamar
Bapak dari anak laki-laki membuat surat
lamaran, yang jika disetujui maka biasanya keluarga perempuan
membalas surat sekaligus mengundang kedatangan keluarga laki-laki
guna mematangkan pembicaraan mengenai lamaran dan jika perlu
sekaligus merancang segala sesuatu tentang perkawinan.
Setelah ditentukan hari kedatangan, keluarga
laki-laki berkunjung ke keluarga perempuan dengan sekedar membawa
peningset, tanda pengikat guna meresmikan adanya lamaran
dimaksud. Sedangkan peningsetnya yaitu 6 (enam) kain batik halus
bermotif lereng yang mana tiga buah berlatar hitam dan tiga buah
sisanya berlatar putih, 6 (enam) potong bahan kebaya zijdelinnen
dan voal berwarna dasar aneka, serta 6 (enam) selendang pelangi
berbagai warna dan 2 (dua) cincin emas berinisial huruf depan
panggilan calon pengantin berukuran jari pelamar dan yang dilamar
(kelak dipakai pada hari perkawinan). Peningset diletakkan di
atas nampan dengan barang-barang tersebut dalam kondisi tertutup.
Orang yang pertama kali mengawinkan anak
perempuannya dinamakan mantu sapisanan atau mbuka kawah,
sedang mantu anak bungsu dinamakan mantu regil atau
tumplak punjen.
Perkawinan
Orang Jawa khususnya Solo, yang repot dalam
perkawinan adalah pihak perempuan, sedangkan pihak laki-laki
hanya memberikan sejumlah uang guna membantu pengeluaran yang
dikeluarkan pihak perempuan, di luar terkadang ada pemberian
sejumlah perhiasan, perabot rumah maupun rumahnya sendiri. Selain
itu saat acara ngunduh (acara setelah perkawinan dimana
yang membuat acara pihak laki-laki untuk memboyong isteri ke
rumahnya), biaya dan pelaksana adalah pihak laki-laki, walau
biasanya sederhana.
Dalam perkawinan harus dicari hari "baik",
maka perlu dimintakan pertimbangan dari ahli hitungan hari
"baik" berdasarkan patokan Primbon Jawa.
Setelah diketemukan hari baiknya, maka sebulan sebelum akad
nikah, secara fisik calon pengantin perempuan disiapkan untuk
menjalani hidup perkawinan, dengan diurut dan diberi jamu oleh
ahlinya. Ini dikenal dengan istilah diulik, yaitu mulai dengan
pengurutan perut untuk menempatkan rahim dalam posisi tepat agar
dalam persetubuhan pertama dapat diperoleh keturunan, sampai
dengan minum jamu Jawa yang akan membikin tubuh ideal dan
singset.
Selanjutnya dilakukan upacara pasang tarub
(erat hubungannya dengan takhayul) dan biasanya di rumah sendiri
(kebiasaan di gedung baru mulai tahun 50-an), dari bahan bambu
serta gedek/bilik dan atap rumbia yang di masa sekarang diganti
tiang kayu atau besi dan kain terpal. Dahulu pasang tarub
dikerjakan secara gotong-royong, tidak seperti sekarang. Dan lagi
pula karena perkawinan ada di gedung, maka pasang tarub hanya
sebagai simbolis berupa anyaman daun kelapa yang disisipkan
dibawah genting. Dalam upacara pasang tarub yang terpenting
adalah sesaji. Sebelum pasang tarub harus diadakan kenduri
untuk sejumlah orang yang ganjil hitungannya (3 - 9 orang).
Do’a oleh Pak Kaum dimaksudkan agar hajat di rumah ini
selamat, yang bersamaan dengan ini ditaburkan pula kembang
setaman, bunga rampai di empat penjuru halaman rumah, kamar
mandi, dapur dan pendaringan (tempat menyimpan beras),
serta di perempatan dan jembatan paling dekat dengan rumah.
Diletakkan pula sesaji satu ekor ayam panggang di atas genting
rumah. Bersamaan itu pula rumah dihiasi janur, di depan pintu
masuk di pasang batang-batang tebu, daun alang-alang dan opo-opo,
daun beringin dan lain-lainnya, yang bermakna agar tidak terjadi
masalah sewaktu acara berlangsung. Di kiri kanan pintu
digantungkan buah kelapa dan disandarkan pohon pisang raja
lengkap dengan tandannya, perlambang status raja.
Siraman (pemandian) dilakukan sehari
sebelum akad nikah, dilakukan oleh Ibu-ibu yang sudah berumur
serta sudah mantu dan atau lebih bagus lagi jika sudah sukses
dalam hidup, disiramkan dari atas kepala si calon pengantin
dengan air bunga seraya ucapan "semoga selamat di dalam
hidupnya". Seusai upacara siraman, makan bersama berupa nasi
dengan sayur tumpang (rebusan sayur taoge serta irisan kol dan
kacang panjang yang disiram bumbu terbuat dari tempe dan tempe
busuk yang dihancurkan hingga jadi saus serta diberi santan,
salam, laos serta daun jeruk purut yang dicampuri irisan pete dan
krupuk kulit), dengan pelengkap sosis dan krupuk udang.
Midodareni adalah malam sebelum akad
nikah, yang terkadang saat ini dijadikan satu dengan upacara temu.
Pada malam midodareni sanak saudara dan para tetangga dekat
datang sambil bercakap-cakap dan main kartu sampai hampir tengah
malam, dengan sajian nasi liwet (nasi gurih karena campuran
santan, opor ayam, sambel goreng, lalab timun dan kerupuk).
Upacara akad nikah, harus sesuai sangat
(waktu/saat yang baik yang telah dihitung berdasarkan Primbon
Jawa) dan Ibu-Ibu kedua calon pengantin tidak memakai subang/giwang
(untuk memperlihatkan keprihatinan mereka sehubungan dengan
peristiwa ngentasake/mengawinkan anak, yang sekarang
jarang diindahkan yang mungkin karena malu). Biasanya acara di
pagi hari, sehingga harus disediakan kopi susu dan sepotong kue
serta nasi lodopindang (nasi lodeh dengan potongan kol, wortel,
buncis, seledri dan kapri bercampur brongkos berupa bumbu rawon
tapi pakai santan) yang dilengkapi krupuk kulit dan sosis. Disaat
sedang sarapan, Penghulu beserta stafnya datang, ikut sarapan dan
setelah selesai langsung dilakukan upacara akad nikah.
Walau akad nikah adalah sah secara hukum,
tetapi dalam kenyataannya masih banyak perhatian orang terpusat
pada upacara temu, yang terkadang menganggap sebagai
bagian terpenting dari perayaan perkawinan. Padahal sebetulnya
peristiwa terpenting bagi calon pengantin adalah saat pemasangan
cincin kawin, yang setelah itu Penghulu
menyatakan bahwa mereka sah sebagai suami-isteri. Temu adalah
upacara adat dan bisa berbeda walau tak seberapa besar untuk
setiap daerah tertentu, misalnya gaya Solo dan gaya Yogya.
Misalnya dalam gaya Solo, di hari
"H"nya, di sore hari. Tamu yang datang paling awal
biasanya sanak-saudara dekat, agar jika tuan rumah kerepotan bisa
dibantu. Lalu tamu-tamu lainnya, yang putri langsung duduk
bersila di krobongan, dengan lantai permadani dan tumpukan
bantal-bantal (biasanya bagi keluarga mampu), sedang yang
laki-laki duduk di kursi yang tersusun berjajar di Pendopo
(sekarang ini laki-laki dan perempuan bercampur di Pendopo
semuanya). Para penabuh gamelan tanpa berhenti memainkan gending
Kebogiro, yang sekitar 15 (lima belas) menit menjelang
kedatangan pengantin laki-laki dimainkan gending Monggang. Tapi
saat pengantin beserta pengiring sudah memasuki halaman
rumah/gedung, gending berhenti, dan para tamu biasanya tahu bahwa
pengantin datang. Lalu tiba di pendopo, ia disambut dan
dituntun/digandeng dan diiringi para orang-tua masih sejawat
orang tuanya yang terpilih
Sementara itu, pengantin perempuan yang
sebelumnya sudah dirias dukun nganten (rambut digelung
dengan gelungan pasangan, dahi dan alis di kerik rambutnya,
dsb.nya) untuk akad nikah, dirias selengkapnya lagi di dalam
kamar rias. Lalu setelah siap, ia dituntun/digandeng ke pendopo
oleh dua orang Ibu yang sudah punya anak dan pernah mantu,
ditemukan dengan pengantin laki-laki (waktu diatur yaitu saat
pengantin pria tiba di rumah/gedung, pengantin perempuan pun juga
sudah siap keluar dari kamar rias), dengan iringan gending
Kodokngorek. Sedangkan pengantin laki-laki dituntun
ke arah krobongan.
Ketika mereka sudah berjarak sekitar 2 (dua)
meter, mereka saling melempar dengan daun sirih yang dilipat dan
diikat dengan benang, yang siapa saja melempar lebih kena ke
tubuh diartikan bahwa dalam hidup perkawinannya akan menang
selalu. Lalu yang laki-laki mendekati si wanita yang berdiri di
sisi sebuah baskom isi air bercampur bunga. Di depan baskom di
lantai terletak telur ayam, yang harus diinjak si laki-laki
sampai pecah, dan setelah itu kakinya dibasuh dengan air bunga
oleh si wanita sambil berjongkok. Kemudian mereka berjajar,
segera Ibu si wanita menyelimutkan slindur/selendang yang
dibawanya ke pundak kedua pengantin sambil berucap: Anakku
siji saiki dadi loro (anakku satu sekarang menjadi dua). Selanjutnya
mereka dituntun ke krobongan, dimana ayah dari pengantin
perempuan menanti sambil duduk bersila, duduk di pangkuan sang
ayah sambil ditanya isterinya: Abot endi Pak ?
(berat mana Pak ?), yang dijawab sang suami: Pada dene
(sama saja). Selesai tanya jawab, mereka berdiri, si laki-laki
duduk sebelah kanan dan si perempuan sebelah kiri, dimana si
dukun pengantin membawa masuk sehelai tikar kecil berisi harta
(emas, intan, berlian) dan uang pemberian pengantin laki-laki
yang dituangkan ke tangan pengantin perempuan yang telah memegang
saputangan terbuka, dan disaksikan oleh para tamu secara terbuka.
Inilah yang disebut kacar-kucur.
Guna lambang kerukunan di dalam hidup,
dilakukan suap-menyuap makanan antara pengantin. Bersamaan
dengan ini, makanan untuk tamu diedarkan (sekarang dengan cara prasmanan)
berurutan satu persatu oleh pelayan. Setelah itu, dilakukan acara
ngabekten (melakukan sembah) kepada orang tua pengantin
perempuan dan tilik nganten (kehadiran orang tua laki-laki
ke rumah/gedung setelah acara temu selesai yang langsung duduk
dikrobongan dan disembah kedua pengantin).
Lalu setelah itu dilakukan kata
sambutan ucapan terima kasih kepada para tamu dan mohon
do’a restu, yang kemudian dilanjutkan dengan acara hiburan
berupa suara gending-gending dari gamelan, misalnya gending
ladrang wahana, lalu tayuban bagi jamannya yang senang
acara itu, dsb.nya.
Mati/Wafat
Demikian, sepasang
pengantin itu akan mempunyai anak, menjadi dewasa,
kemudian mempunyai cucu dan meninggal dunia. Yang menarik
tapi mengundang kontraversi, adalah saat manusia mati.
Sebab bagi orang Jawa yang masih tebal kejawaannya,
orang meninggal selalu didandani berpakaian lengkap
dengan kerisnya (ini sulit diterima bagi orang yang
mendalam keislamannya), juga bandosa (alat pemikul
mayat dari kayu) yang digunakan secara permanen, lalu terbela
(peti mayat yang dikubur bersama-sama dengan
mayatnya).
Sebelum mayat
diberangkatkan ke alat pengangkut (mobil misalnya),
terlebih dahulu dilakukan brobosan (jalan sambil jongkok melewati
bawah mayat) dari keluarga tertua sampai dengan termuda.
|
Sedangkan meskipun slametan orang mati, mulai geblak (waktu
matinya), pendak siji (setahun pertama), pendak loro (tahun
kedua) sampai dengan nyewu (seribu hari/3 tahun) macamnya
sama saja, yaitu sego-asahan dan segowuduk, tapi saat
nyewu biasanya ditambah dengan memotong kambing untuk disate dan
gule.
Nyewu dianggap slametan terakhir dengan
nyawa/roch seseorang yang wafat sejauh-jauhnya dan menurut
kepercayaan, nyawa itu hanya akan datang menjenguk keluarga pada
setiap malam takbiran, dan rumah dibersihkan agar nyawa nenek
moyang atau orang tuanya yang telah mendahului ke alam baka akan
merasa senang melihat kehidupan keturunannya bahagia dan teratur
rapi. Itulah, mengapa orang Jawa begitu giat memperbaiki dan
membersihkan rumah menjelang hari Idul fitri yang dalam bahasa
Jawanya Bakdan atau Lebaran dari kata pokok bubar
yang berarti selesai berpuasanya.
informasi tentang snmptn putri arum
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
LATAR BELAKANG
Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi.
Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah SMA/SMK/MA/MAK menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik. Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa di PTN.
Sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik diyakini selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan berkarakter. Dengan demikian sekolah seharusnya melakukan kewajiban untuk mendorong dan mendukung siswanya dalam proses pendaftaran siswanya.
TUJUAN
Memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Mendapatkan calon mahasiswa baru terbaik melalui seleksi siswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SMA/MA (IPA), termasuk Sekolah RI di luar negeri.
KETENTUAN UMUM
SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya.
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswanya.
Sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan yang mengisikan data prestasi siswa di PDSS.
Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS.
Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.
KETENTUAN KHUSUS
Persyaratan Sekolah
Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN dan memilih IPB adalah:
SMA/MA (IPA) negeri maupun swasta, termasuk sekolah RI di luar negeri yang mempunyai NPSN.
Telah mengisi PDSS
Persyaratan Siswa Pelamar
Pendaftaran
Siswa SMA/MA (IPA) kelas terakhir pada tahun 2014 yang:
mengikuti UN pada tahun 2013 atau 2014,
memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar pada PDSS,
memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 yang telah diisikan pada PDSS.
Tidak buta warna keseluruhan maupun sebagian untuk program studi: 1) Arsitektur Lansekap, 2) Biokimia, 3) Biologi, 4) Fisika, 5) Ilmu Gizi, 6) Kedokteran Hewan, 7) Kimia, 8) Manajemen Sumberdaya Lahan, 9) Proteksi Tanaman, 10) Teknologi Hasil Perairan, 11) Teknologi & Manajemen Perikanan Budidaya, dan 12) Teknologi Pangan
Penerimaan
Lulus Ujian Nasional dan Satuan Pendidikan, lulus SNMPTN 2014, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.
TATA CARA MENGIKUTI SNMPTN
Tata cara mengikuti SNMPTN dilakukan melalui dua tahap, yaitu (1) pengisian PDSS oleh sekolah dan verifikasi oleh siswa, dan (2) pendaftaran.
Pengisian PDSS
Kepala Sekolah mengisi data sekolah dan siswa di PDSS melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id.
Kepala Sekolah mendapatkan password setiap siswa yang akan digunakan oleh siswa untuk melakukan verifikasi.
Siswa melakukan verikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan oleh Kepala Sekolah dengan menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah.
Siswa yang tidak melaksanakan verifikasi maka data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir.
Lihat Vidio Pengisian PDSS
Pendaftaran
Siswa Pelamar, menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah pada waktu verifikasi data di PDSS, login ke laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.
Sisw
10 manfaat tanaman stawberry (arifatul Istiqomah)
![]() |
| manfaat buah strawberry |
Manfaat buah Strawberry
sangat luar biasa untuk kesehatan. Buah Strawberry dikenal sebagai buah yang paling populer di dunia, hal tersebut
dikarenakan buah strawberry memiliki
rasa yang lezat dan juga tampilan yang menawan. Buah Strawberry kaya akan
berbagai mineral, vitamin, dan antioksidan, yang semuanya mudah diserap oleh
tubuh. Strawberry banyak mengandung vitamin A, B, B2, B3, B5, B6, C,
beta -karoten, asam folat, kalsium, magnesium, potasium, sodium, seng,
dan besi.
Karena kandungan vitamin C dan seng dalam buah strawberry sangat tinggi maka tidak heran jika buah strawberry mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh sekaligus membantu tubuh melawan infeksi seperti pilek dan flu. Buah Strawberry juga dikenal mampu mengatasi berbagai macam masalah kesehatan seperti pneumonia, malaria, sembelit, dan diare. Kadar vitamin C yang tinggi dalam buah strawberry dapat membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan dan membantu dalam meningkatkan kadar vitamin dan zat besi dalam tubuh, sehingga dengan mengkonsumsi buah strawberry dapat mencegah anemia.
Selain itu Strawberry juga membantu menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan kolesterol dan menurunkan kadar glukosa. Buah Strawberry juga bermanfaat untuk menjaga kestabilan berat badan, karena dengan mengkonsumsi buah strawberry akan menekan nafsu makan Anda yang itu artinya akan membantu penurunan berat badan.
Manfaat buah strawberry untuk kesehatan
- Buah strawberry sebagai Anti- kanker. Strawberry termasuk dalam daftar top " superfoods " karena memiliki kemampuan menecegah dari berbagai macam penyakit termasuk penyakit kanker. Hal tersebut dikarenakan kandungan anti- oksidan yang sangat tinggi yang terdapat dalam buah strawberry yang bekerja secara sinergis dan lebih kuat dalam melawan oksidasi sekaligus mencegah kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh kita.
- Menghilangkan jerawat. Vitamin C, Alpha Hydroxy Acids ( AHA ), asam salisilat dan flavonoid dalam buah strawberry membantu dalam membersihkan jerawat dan mengurangi minyak berlebih. Dengan demikian, buah strawberry merupakan bahan alami untuk menghilangkan jerawat.
- Mempertajam daya ingat serta kesehatan mental : penelitian telah Telah menunjukkan bahwa bahwa, selain memiliki efek anti - anemia, folat yang ditemukan dalam buah strawberry juga ber-manfaat untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kemampuan otak untuk memproses informasi . Hal ini juga penting untuk mencegah cacat otak pada bayi selama masa kehamilan sang ibu.
- Menjaga kesehatan pencernaan : Karena kandungan vitamin C yang tinggi dalam buah strawberry sehingga dapat merangsang sekresi saliva dan cairan lambung, dengan demikian dapat meningkatkan pencernaan terutama terhadap protein. Selain itu, serat yang terkandung dalam strawberry sangat efektif untuk mengurangi sembelit dan membersihkan usus besar.
- Suasana hati : mengkonsumsi buah strawberry dapat merangsang pelepasan serotonin, yang dapat meningkatkan suasana hati sekaligus bertanggung untuk menjaga suasana hati tetap baik dan rileks.
- Menjaga kesehatan Jantung : Anti - oksidan yang ditemukan dalam buah strawberry berupa perpaduan antara vitamin C dan anthocyanidins, dapat membantu melindungi arteri dari kerusakan, serta mencegah pembentukan bekuan darah dalam pembuluh darah.
- Menjaga kesehatan kulit dari efek buruk radikal bebas. Vitamin C dan antioksidan yang hadir dalam buah strawberry mampu mencegah kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas pada kulit dan tubuh. Radikal bebas terjadi selama proses transformasi makanan menjadi energi. Radikal bebas mempercepat proses penuaan dan vitamin C efektif dalam menghalangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas tersebut. Untuk mencegah efek buruk dari radikal bebas anda dapat menggunakan 1 sendok teh madu dan 2 sendok teh krim susu dengan dicampur strawberry yang ditumbuk. Setelah itu anda dapat menggunakannya pada seluruh wajah dan juga bagian leher selama kira-kira 20 menit. Kemudian setelah selesai cuci dengan air bersih dan keringkan.
- Mencegah Pertumbuhan jamur : Strawberry adalah sumber yang baik dari mineral seperti tembaga, mangan dan magnesium. kombinasi antara mangan, tembaga dan asam dikarboksilat dapat menghambat pertumbuhan jamur di kulit kepala.
- Menjaga Kesehatan Tulang : Strawberry mengandung sekitar 21 % dari Mangan yang membantu untuk mempertahankan kepadatan tulang. Kalium dan Vitamin K yang ditemukan dalam Strawberry juga sangat baik untuk kesehatan tulang anda.
- Menurunkan Kolesterol : Strawberry kaya akan phyto - nutrisi yang merupakan jenis senyawa yang berperan untuk mencegah dari berbagai macam penyakit. Senyawa ini juga lah yang membuat warna dan juga bau pada buah strawberry. Senyawa ini juga telah terbukti mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menghambat oksidasi low density lipo - protein ( LDL ) .
perkembangan budaya ( hd satria )
Pengembangan budaya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pengembangan budaya adalah suatu proses meningkatkan atau mempertahankan kebiasaan yang ada pada masyarakat dalam kajianpengembangan masyarakat yang menggambarkan bagaimana budaya dan masyarakat itu berubah dari waktu ke waktu yang banyak ditunjukkan sebagai pengaruh global.[1] Pengembangan budaya dikembangkan secara luas melalui kepentingan transnasional.[1] Segala bentuk kesenangan ikut terlibat dalam upaya pengembangan budaya ini.[1] untuk menghadapi globalisasi budaya, sangat sulit bagi masyarakat untuk melestarikan budaya lokal mereka sendiri yang menjadi keunikan wilayahnya, namun globalisasi budaya ini merupakan komponen penting dalam pengembangan masyarakat wilayahnya sendiri.[1] Dalam konteks Pengembangan masyarakat, pengembangan budaya memiliki empat komponen yaitu,, .[1]
Daftar isi
[sembunyikan]Komponen dalam Pengembangan Budaya[sunting | sunting sumber]
- Melestarikan dan menghargai budaya lokal
- Tradisi budaya lokal merupakan bagian penting dalam menanamkan rasa bermasyarakat, dan membantu memberikan rasa identitas kepada mereka.[2] Oleh karenanya pengembangan masyarakat akan berupaya mengidentifikasi elemen-elemen penting dari budaya lokal dan melestarikannya.[2] Tradisi ini meliputi sejarah lokal dan peninggalan berharga, kerajinan yang berbasis lokal, makanan lokal atau hal lainnya.[2] pengaruh eksternal dapat memisahkan tradisi-tradisi budaya lokai ini, dan strategi masyarakat yang cermat diperlukan jika tradisi tersebut ingin dilestarikan.[2] Masyarakat perlu mengidentifikasi apa komponen yang unik dan signifikan dari warisan budayanya, dan untuk menentukan komponen mana yang hendak dipertahankan. Oleh karena itu, sebuah rencana dapat disusun tentang bagaimana mencapainya, misalnya kegiatan di balai masyarakat, membangun industi lokal yang berbasis budaya lokal.[2]
- Melestarikan dan menghargai budaya asli atau pribumi
- Ketika dikemukakan bahwa budaya asli hanyalah kasus tertentu dalam budaya lokal, dinamika yang berbeda yang mengelilingi budaya asli berarti budaya asli ini diperlakukan sebagai hal yang terpisah.[2] Ada dua hal utama yang mendasarinya yaitu, pertama klaim istimewa yang dimiliki orang-orang pribumi terhadap lahan atau daerah dan terhadap struktur komunitas tradisional yang berkembang seleras dengan lahan atau daerah selama periode waktu jauh lebih lama daripada kolonisasi baru.[2] Komunitas merupakan hal penting bagi kelangsungan budaya dan kelangsungan spritual, dalam arti penting kelesetarian budaya tradisional merupakan kebutuhan yang lebih penting bagi orang-orang pribumi daripada orang lain kebanyakan.[2]
- Multikulturalisme
- Kata ini lazimnya menunjukkan pada kelompok etnis yang berbeda yang tinggal di satu masyarakat tetapi mempertahankan identitas budaya yang berbeda.[2] Oleh karena itu, fokus ini yaitu pada etnisitas dan fitur budaya dari kelompok-kelompok etnis yang berbeda.[2] Kebiasaan-kebiasaan dalam budaya yang relatifhomogen tampak hilang, masyarakat harus sampai pada kehidupan bermasyarakat yang multikultural.[2] Bagi beberapa orang, hal ini terjadi karena ketakutan, ancaman, kerugian dan raisal serta ketegangan budaya dan pengucilan.[2] Keanekaragama latarbelakang budaya merupakan realitas bagi banyak masyarakat, dan oleh karena itu merupakan aspek yang penting dari pembangunan masyarakat.[2] Benturan nilai-nilai budaya dan problem-problem yang dialami oleh perseorangan dan keluarga memberikan suasana ketidakstabilan dan kecemasan selama mereka berusaha menemukan sebuah cara melalui konflik ini.[2] Strategi yang digunakan dalam keadaan multikulturalisme yaitu mencakup bekerja dengan pemuka-pemuka masyarakat, meningkatkan kesadaran penduduk, dan menghadapi rasisme.[2]
- Budaya partisipatori
- Aktivitas budaya merupakan fokus penting untuk identitas masyarakat, partisipasi, interaksi sosial dan pengembangan masyarakat.[2] Satu cara untuk mendorong masyarakat yang sehat yaitu dapat mendorong partisipasi yang luas dalam aktivitas budaya, sehingga seni, musik, teater, tarian dan olahraga menjadi sesuatu yang mereka lakukan, bukan yang mereka tonton.[2] Hal ini telah menjadi fokus dari banyak program pengembangan budaya masyrakat; partisipasi budaya dapat dilihat sebagai cara penting untuk membangun modal sosial, memperkuat masyarakat dan menegaskan identitas.[2] Aktivitas-aktivitas yang mungkin dilakukan akan berbeda-beda tergantung pada budaya lokal, budaya lokal dan faktor-faktor lain.[2] Budaya parsipatif juga memiliki potensi untuk mencapai lebih dari memperkuat modal sosial dan bangunan masyrakat.[2] Partisipasi dalam aktivitas budaya merupakan bagian penting untuk membantu orang-orang dari suatu masyarakat untuk memperoleh kembali budaya mereka sendiri dan menolak ikut campur dari pihak di luar mereka.[2]
Pengembangan Budaya dalam Penyesuaian Diri Manusia[sunting | sunting sumber]
- Penyesuaian Biologis
- Kondisi alam yang telah semakin berubah seiring dengan perusakan lingkungan sebagai akibat dari global ekonomi. Membuat manusia sulit untuk menyesuaikan dirinya secara biologis terhadap budaya yang berkembang seperti perkembangan budaya yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat sebelumnya.[3]
- Penyesuaian Sosial
- Pengembangan budaya yang bertele-tele dan terlalu di luar ambang batas norma dan nilai sosial yang ada sebelumnya, akan terasa sedikit sulit untuk disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakatnya.[3]
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)












